Jumat, 05 Oktober 2012

(Sejarah 13 Juni 1943)Kekalahan Terbesar Madrid Vs Barcelona 11-1

[imagetag]

Quote:

Akhir pekan ini, tanah Spanyol dipastikan membara. Seteru abadi, Barcelona –Real Madrid akan saling bunuh dalam duel bertajuk El Clasico. Seperti biasa, pertemuan dua raksasa Spanyol ini dipastikan sengit, karena bukan poin semata-mata yang dicari, melainkan lebih besar dari itu. Harga diri, yang berpuluh-puluh tahun menjadi rebutan kedua tim dan pendukungnya.

Kaki suporter mana yang akan lemas, dan hati pendukung tim mana yang bakal remuk redam setelah 90 menit kedua tim saling serang? sulit diprediksi. Meski Barcelona main di markas sendiri, bukan jaminan bagi Raksasa Katalan itu bisa mempecundangi Real Madrid. Tercatat dalam 10 tahun terakhir, lima kali Madrid sanggup membuat seisi Camp Nou tertunduk lesu. Terakhir mereka menaklukan Camp Nou pada Desember lalu.

Memori itu tentu tidak pernah nyaman untuk diingat kubu Barcelona. Tapi, melempar ingatan jauh ke belakang, sebenarnya ada memori buruk yang sangat menyesakkan Blaugrana. Barcelona pernah mengalami kehancuran menyakitkan, di tangan algojo-algojo Madrid. Raksasa Katalan itu pernah ambruk dengan skor telak 11-1.

Peristiwa pahit itu terjadi saat kedua tim bentrok pada leg kedua semifinal Copa Generalisimo pada 13 Juni 1943. Saat itu, Madrid mendadak superior di bawah tatapan ribuan pendukungnya di Santiago Bernabeu. Padahal, pada leg pertama, Madrid ditekuk Barca di Camp Nou, 3-0.

Pertandingan ini kemudian menjadi catatan paling penting dalam sejarah El Clasico. Kubu Madrid, akan sontak meneriakan "Hala Madrid" jika mengungkit pertandingan tersebut, sedangkan Barcelonistas punya alasan untuk menampik sejarah itu.

Cerita yang berkembang dan diamini para pendukung Barcelona, ialah bahwa kekalahan itu terjadi karena ada campur tangan dari rezim diktator Jenderal Fransesco Franco yang berkuasa di Spanyol saat itu. Jenderal yang mengharamkan penggunaan bahasa dan Bendera Katalan itu, dikenal sebagai pengagum Real Madrid.

Setelah leg pertama yang dimenangkan Barca 3-0, di Camp Nou, Franco cepat bertindak, agar Barca tidak kembali mempermalukan Madrid pada leg kedua di Santiago Bernabeu. Franco mengirim utusan untuk mengintimidasi para pemain Azulgrana. Mereka tidak ingin pemain Barcelona bertarung secara normal. Konon, para pemain diperingatkan untuk jangan berani-berani-nya membawa bola ke jantung pertahanan Madrid, jika ingin hidupnya aman.

Hasilnya, Madrid leluasa mengeksploitasi Barcelona. Pruden mencetak gol cepat dari jarak dekat, pada menit ke-5. Dia akhirnya mencetak hattrick (5',32',35'). Sementara Barinaga membobol empat kali gawang Barca (30',42',44',87'). Empat gol lain ditorehkan Alonso J (37',74'), Curta (39'), dan Botella (85'). Barca hanya bisa membalas dengan satu-satunya gol yang lahir menjelang masa injury time melalui Mariano Martin Alonso.

Versi itu tentu berbeda dengan yang diyakini Madridistas.Rumor campur tangan Jenderal Franco, adalah omong kosong kubu Barca, yang sulit menelan kenyataan pahit itu. Kemenangan 11-1, murni karena kehebatan Madrid. Tidak ada satu bukti pun yang bisa menguatkan tuduhan bahwa Jenderal Franco mengintimidasi pemain Barca sebelum bertanding.Bahkan, konon, pemain Barca pun menepis sendiri rumor itu.

Lagipula, Jenderal Franco ikut membiayai operasionalisasi Camp Nou, untuk itu Barcelona memberi penghargaan dua medali kepada Franco. Madrid juga bukan tim Franco, seperti yang digembar-gemborkan Barcelonistas ketika itu. Karena sang jenderal juga memfavoritkan tim selain Real Madrid, yaitu Atletico, dan Barcelona.

Sejarah memang selalu multi tafsir. Maka itu silakan percayai tafsir mana yang anda sukai!

Quote:

Mudah mudahan nggak :repost Kalau berkenan silahkan di
:rate5 Kalau baik hati silahkan lempar :cendolbig Kalau tahu budaya jangan
:batabig