Jumat, 26 Oktober 2012

Lika-liku Persoalan Imigran di Puncak CISARUA Kabupaten Bogor

Seiring waktu berjalan, warga Cisarua dan Megamendung serta Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) kini sepakat menolak kehadiran imigran yang terus bertambah, dan menjadikan kawasan Cisarua dan Megamendung sebagai tempat pembuangan imigran.
Persoalannya, para imigran tersebut kerap bergesekan dengan masyarakat lokal karena prilakunya yang berbenturan dengan norma-norman masyarakat.
[imagetag]
Warga kawasan Puncak yang ingin daerahnya terbebas dari imigran pun telah disepakati melalui penandatangan surat keputusan bersama (SKB) yang melibatkan warga dan tokoh masyarakat Cisarua, Muspika, Kantor Keimigrasian, dan IOM, di Hotel Safari Garden, beberapa pekan lalu.
Dalam suatu kesempatan, Bupati Bogor Rachmat Yasin juga setuju dengan aspirasi masyarakat Puncak agar imigran ditempatkan khusus di suatu wilayah yang tidak padat penduduk. Misalnya di Cariu, Jonggol atau Gunungsindur.Kabar terbaru, pada Selasa (2/10), unsur Muspida Kabupaten Bogor melakukan rapat di Kantor Keimigrasian, di Jakarta. Hasil rapat, seluruh imigran resmi maupun yang gelap akan ditampung di sebuah penjara di Provinsi Banten. Penjara di Banten itu, selama ini terbengkalai, tidak ada penghuninya.
â??Kami mengadakan rapat di Keimigrasian Jakarta, dan rencananya para imigran itu akan ditampung di sebuah penjara di Provinsi Banten,â?? kata Kapolsek Cisarua, Kompol H. Hadi Santoso, kepada Jurnal Bogor, di ruang kerjanya, Selasa (2/10).
Setelah melakukan rapat di Kantor Keimigrasian Jakarta, Muspika Cisarua akan melakukan pembahasan lanjutan untuk menindaklanjutinya.

Ketua Paguyuban Warga Puncak Hasan Bandung meminta pemerintah dan instansi terkait menyikapi serius ultimatum warga Cisarua yang ingin terbebas dari keberadaan imigran di daerahnya. Warga sudah banyak dirugikan dengan kehadiran para imigran ini.

"Bagaimana pun caranya, mau itu imigran dikirim ke negara pemberi suaka atau ditarik ke Jakarta, silakan. Yang pasti mereka harus keluar dari wilayah Cisarua. Lebih bagus lagi keluar dari wilayah Kabupaten Bogor," ujar Hasan Bandung, Senin (24/9/2012).
Dia mengatakan pihaknya sudah menyosialisasikan kesepakatan ini kepada masyarakat melalui tokoh ulama dan tokoh masyarakat. Namun justru Hasan melihat sosialisasi hasil kesepakatan yang dilakukan aparat desa masih kurang optimal.
"Melalui tokoh ulama dan masyarakat sudah lakukan sosialisasi seperti di pengajian warga misalnya. Kita berharap aparat desa bisa lebih intens lagi memberikan sosialisasi hasil kesepakatan ini," papar Hasan.
Hasan menambahkan pihaknya sudah menyurati beberapa pengelola imigran yang ada di Cisarua. Isi surat meminta mereka segera memindahkan para imigran yang selama ini mereka kelola.
"Ini dimaksudkan jangan sampai ada gesekan antarwarga. Sebab batas waktu ini adalah hasil kesepakatan dalam pertemuan beberapa waktu lalu," sebutnya

Kekecewaan warga Cisarua terhadap keberadaan imigran gelap di daerah mereka semakin memuncak. Warga semakin lantang menyuarakan kekecewaan mereka secara terbuka.

Mereka menuding, International Organization for Migration (IOM) sebagai mafia di balik kedatangan imigran gelap di Cisarua.

Ketua Paguyuban Masyarakat Cisarua, Hasan Bandung, warga Cisarua sudah muak dengan kelakukan dan dampak dari adanya imigran yang ada di daerah mereka. Tingkah laku mereka yang bertentangan dengan adat istiadat masyarakat setempat, merusak tatanan kehidupan warga setempat.

"Kami meminta seluruh imigran yang ada di Cisarua baik legal apalagi ilegal segera ditarik dari Cisarua. Kami prihatin dan sakit hati dengan berbagai kelakuan imigran yang telah merugikan dan menyengsarakan masyarakat. Untuk itu kami meminta agar seluruh imigran ditarik dan jangan ada lagi pengiriman imigran ke Cisarua,â?? tegas Hasan,

SUMBER : m.inilah..com
Jurnalbogor.co.id
________________________________________________________________

namun pada kenyataannya sampai sekarang Imigran masih ada dan terus bertambah hal ini sangat mengkhawatirkan bagi warga kecamatan cisarua . ane yang warga cisarua jelas menolak keberadaan imigran yang merugikan masyarakat banyak di kampung ane. setau ane mereka enggan dan tidak mau pergi dari cisarua karena mereka merasa nyaman dan merasa enak berbuat semaunya yang sering berbuat onar dan membuat jengkel [imagetag]cd[imagetag]cd