Senin, 08 Oktober 2012

Bunuh Pasangan Beda Kasta, 5 Orang (Satu Keluarga) Dihukum Mati di India…!!!

Perbedaan kasta masih menjadi tradisi yang dipegang teguh di India. Pernikahan dua pasangan yang berbeda kasta adalah suatu hal yang sangat tabu dan terlarang. Tak jarang, kedua pasangan yang berbeda kasta ini harus dibunuh untuk membela kehormatan keluarga (honour killng).

Seperti yang menimpa Yogesh dan Asha, pasangan manusia beda derajat ini disiksa dan disetrum listrik hingga keduanya menemui ajal oleh anggota keluarga Asha yang keberatan atas pernikahannya dengan Yogesh yang berasal dari kasta rendah.

Kejadian keji tahun 2010 lalu tersebut berakhir di Pengadilan. Senin, 1 Oktober lalu, Pengadilan India menjatuhkan hukuman mati terhadap lima orang yang berasal dari satu keluarga (keluarga Asha) yang turut membunuh dua pasangan muda tersebut.

[imagetag]
seorang tetangga menunjukkan tempat di mana pasangan beda kasta itu dibunuh (foto: BBC)

Orang tua Asha, paman, bibi, dan sepupunya ditahan pihak berwajib sehari setelah terjadinya peristiwa kriminal yang mengerikan tersebut. Tahun lalu, Mahkamah Agung India mengeluarkan fatwa bahwa pembunuhan keji akan menerima ganjaran hukuman mati.

Belum ada data statistik yang menyebutkan jumlah pembunuhan keji, namun menurut penelitian terbaru, ratusan orang tewas setiap tahun akibat menjalin cinta atau menikah bertentangan dengan keinginan keluarga. Hampir semua orang tua di India masih menginginkan pernikahan masih dalam satu kasta atau melakukan pernikahan di luar kasta yang mereka sukai.

Pasangan ini, Yogesh dan Asha, yang sedang berada di kawasan Gokulpuri tak jauh dari Delhi, diambil paksa oleh keluarga Asha untuk diperam di rumah paman Asha di Kota Swaroop Nagar, tempat penyiksaan hingga mematikan itu berlangsung.

Keluarga Asha menentang rencana perkawinan pasangan muda mudi ini sebab Yogesh berasal dari kasta rendah. Kelima terdakwa dijatuhi hukuman mati pada Senin, 1 Oktober 2012.

"Jaksa berhasil membuktikan tanpa keraguan sediktipun bahwa para terdakwa telah melakukan penyiksaan dan penyetruman dengan cara mengikat kedua pasangan menyebabkan kematian," kata Hakim Ramesh Kumar, Senin.

sumber:kabar+hangat