Senin, 29 Oktober 2012

13 "Penyakit" Guru [Serba 13]

Quote:
[imagetag]


Quote:
Dalam Rangka Mengikuti Event Ulang Tahun Kaskus Maka Saya Disini
Akan Membuat Thread yang Serba 13
Sukses Buat Kaskus


[imagetag]

[imagetag] [imagetag] [imagetag]




Quote:
13 Penyakit Guru


Quote:
[imagetag]


Quote:
Berbicara tentang penyakit, maka ini merupakan sesuatu yang berbahaya bagi manusia dan harus segera disembuhkan. Namun, penyakit yang saya maksud pada postingan kali ini adalah bukan penyakit pada umumnya (mungkin seperti kanker, usus buntu, atau apalah namanya), tetapi ini merupakan penyakit pada khususnya. Bagi guru, mungkin ini semacam kebiasaan buruk atau sesuatu yang kurang dikuasai untuk menjadi guru profesional (hmmm kaya jago mii juga itu, hehe). Namun kalau “penyakit” guru ini dibuatkan akronimnya, bisa jadi nama penyakit sungguhan juga.

Baiklah, langsung saja saya paparkan dan menjelaska sedikit terkait ke tiga belas “penyakit” guru ini yang memang menjadi sesuatu yang tidak boleh diremehkan oleh para insan pendidik yang berpredikat “Pahlawan tanpa tanda jasa ini”. Cekidot!



Spoiler for Teacher:


Quote:
THT (Tukang Hitung Transport)

Spoiler for THT:


Penyakit ini memang sudah mengakar di dalam tubuh para guru kita (tapi tidak semua tawwa). Terutama ketika seorang guru ingin memberi les sore kepada siswa-siswanya. Pastinya setiap siswa diharuskan membayar sekian rupiah (kalo misalnya siswanya banyak, berapa dapatnya???). hal itu tidak lain, untuk menggantikan uang transport guru itu atau biasa orang menyebutnya “uang cape” atau “uang jalan” karena proses pembelajaran dilakukan di luar jam sekolah. Padahal seharusnya tidak perlu membebankan siswa seperti itu, mari belajar ikhlas. Selain itu juga, menurut kabar burung, para guru juga berhitung tentang pembagian transport dari dana BOS (hummmm dasar keong racun).


Quote:
TIPUS (Tim pemburu sertifikasi)

Spoiler for tipus:


Siapa sih yag tidak mau uang banyak? (mungkin) itulah yang membuat para guru berlomba-lomba memburu untuk mendapatkan sertifikasi. Pokono biar yang sudah nenek-nenek ikut juga memburu. Kalau sudah disertifikasi, gaji pun dinaikkan sekian kali lipat (waaaawww).



Quote:
KUDIS (Kurang Disiplin)

Spoiler for kudis:


Saya rasa bukan hanya guru saja yang mempunyai “penyakit” ini, tetapi juga dosen (bahkan lebih parah kayaknya) dan hampir semua manusia di muka bumi ini. Namun khusus untuk guru, penyakit ini termasuk di dalamnya sering datang terlambat (iye nanti tinggal beberapa detik baru masuk) dan hanya datang sekedar memenuhi absen, sama halnya seperti siswa bandel (setuju!!!).


Quote:
ASMA (Asal Masuk)

Spoiler for asma:


Penyakit ini sedikit hubungannya dengan penyakit Kudis di atas. Ada guru yang hanya sekedar masuk alias mengajarnya tidak benar-benar untuk mencerdaskan siswa-siswanya, secara luas mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini berkaitan dengan niat kita sebagai guru.


Quote:
LESU ( Lemah Sumber)

Penyakit ini berkaitan dengan kebiasaan guru yang sangat jarang membaca buku-buku atau pun informasi-informasi yang menunjang profesinya sebagai seorang guru. Hal ini pun menyebatkan kelemhhan guru pada sumber bacaannya, khususnya wawasan guru tersebut. akan menjadi hal yang memalukan ada siswa yang bertanya, lantas guru tersebut tidak bisa menjawab dikarenakan lemah sumber alias tidak pernah membaca.


Quote:
ASAM URAT ( Asal Mengajar Kurang Akurat

Spoiler for asam urat:


Penyakit ini juga berhubungan dengan penyakit Asma di atas. Seorang guru yang hanya mengajar, bahkan terkadang waktu dua sampai tiga jam pelajaran itu habis bukan untuk mengajar siswa-siswanya, melainkan untuk memarahi dan mengomeli siswa-siswanya (na’udzubillahi min dzalik). Hal ini pun menjad salah satu penyebab ketidakakuratan guru ketika mengajar di kelas.

Quote:
KUSTA ( Kurang Strategi )

Spoiler for kusta:


Terkadang ketika guru mengajarkan materi apa saja di dalam kelas hanya satu metode yang digunakan, yakni metode ceramah (emang di masjid pake ceramah, ckck) tanpa mengolaborasikannya dengan metode yang lain. Hal ini mingkin disebabkan oleh tidak adanya kesadaran guru untuk berkembang dan meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa menjadi pasif, mereka hanya duduk, diam, dan mendengarkan (pantas banyak mahasiswa yang ambil judul PTK), sehingga prestasi belajar mereka pun rendah. Oleh karena itu, guru seharusnya berkembang dengan selalu mencari strategi pembelajaran yang cocok dengan indikator kompetensi belajar siswa (super sekali).


Quote:
KERAM ( Kurang Terampil )

Spoiler for keram:


Guru juga terkadang kurang terampil, khusunya dalam mengelola kelas. Guru tidak menuasai dengan kelas. Banyak siswa yang keluar masuk kelas, main-main di belakang, dan sebagainya. Guru hanya mengurus atau pandangan guru hanya mengarah pada siswa yang duduk di bagian depan tanpa memperhatikan siswa lain yang duduk di bagain belakang (iyo kasiannya mii yang duduk di belakang, hiiks hiks). Oleh karena itu, guru seyogyanya guru terampil dalam mengelola kelas dengan baik dengan mengenal seluruh karakter siswanya dan tidak membeda-bedakan antara siswa yang satu dengan yang lain.


Quote:
[imagetag]