Rabu, 01 Agustus 2012

Sanggup Pulihkan Penderita Diabetes, Undur-undur Diburu Pembeli

Sanggup Pulihkan Penderita Diabetes, Undur-undur Diburu Pembeli


LENSAINDONESIA.COM: Siapa yang tidak tahu akan undur-undur? Undur-Undur adalah sejenis hewan yang menyerupai kumbang. Tapi, undur-undur hewan kecil yang sering di jumpai di halaman rumah dan di belakang rumah dikenal memiliki khasiat untuk pengobatan berbagai penyakit.
Di Bulan Ramadhan ini banyak para penjual hewan pengerat itu banyak ditemui menjajakan di sepanjang Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.
Salah satu pedagang undur-undur, Yaya (41 tahun) berjualan di dekat jembatan penyeberangan orang Pasar Jatinegara mengaku mulai berjualan undur-undur sejak tahun 2006. Awal mula ketertarikannya berdagang undur-undur yaitu setelah melihat salah satu acara di televisi. Dalam acara tersebut dikatakan bahwa undur-undur sebagai obat tradional sudah teruji secara klinis.
"Perihal undur-undur dan khasiatnya untuk menyembuhkan penyakit diabetes. Selain itu, dapat pula menjadi obat bagi penderita stroke berat. Begitu pula penyakit ginjal, jantung, liver, asma," ungkap Yaya di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (1/8/12).
Menurutnya, cara mengkonsumsi undur-undur sebagai obat adalah langsung ditelan hidup-hidup sebanyak lima ekor. Namun, jika tidak tega menelan hidup-hidup maka dimatikan terlebih dahulu juga tidak masalah. Atau bisa juga undur-undur tersebut dimasukkan dalam kapsul lalu diminum dua atau tiga kali sehari. Rata-rata, seorang penderita biasa memakan 10 ekor undur-undur per hari.
"Binatang ini banyak ditemukan di tanah dekat gubuk sawah tersebut di perolehnya dari pemasok asal Tegal, Jawa Tengah. Sehari-hari, dia menjual Rp 10 ribu per 10 ekor. Khusus, undur-undur yang bergerak maju harganya Rp 150 ribu. Harga tersebut disesuaikan dengan tingkat kelangkaannya, dalam seribu ekor undur-undur saja terdapat satu yang berjalan maju itu sudah banyak. Rata-rata dalam sehari dia bisa membawa 2.500 ekor undur-undur. Bahkan pernah 5.000 ekor," ujarnya.
Yaya mengatakan setiap hari juga mengirimnya ke berbagai tempat tergantung permintaan misalnya, Bekasi, Rasuna Said (Kuningan), dan Koja serta yang paling rutin di Duren Sawit dan Pondok Gede.Di akuinya banyak pelanggannya yang sembuh setelah mengkonsumsi undur-undur, karena itu dia bangga dengan pekerjaannya. Seperti, orang yang sudah lumpuh karena stroke bisa berjalan lagi. Orang yang menderita luka-luka akibat diabetes juga bisa sembuh.
"Selain murah harganya, banyaknya orang yang lari ke pengobatan tradisional karena aman. Hewan yang disebut bebukur di Tegal dan Padang disebut juga kepocong memiliki antibiotik atau tanpa efek samping. Berbeda dengan obat generik yang apabila overdosis bisa menyerang ginjal dan membuat komplikasi.
Namun, tak dapat dipungkiri proses penyembuhannya bertahap. Terkadang perubahan tersebut baru dirasa setelah satu minggu pasca konsumsi pertama. Kalau obat generik begitu diminum, pusingnya langsung hilang. Kami mangkal sekitar pukul 08.00 wib hingga menjelang maghrib. Mereka ada yang datang tiga hari sekali, seminggu sekali, atau sebulan sekali di antaranya dari Medan, Kalimantan, Sumatra dan Jakarta. Bahkan, pernah ada pelanggan yang jauh-jauh dari Semarang datang ke Jakarta hanya untuk membeli undur-undur,"pungkasnya. @winarko

Editor: adrean sy

sumber

moga aje bermanfaat ye gan
:cendols :cendols :cendols :cendols :cendols :cendols :cendols :cendols