Selasa, 03 Juli 2012

Ikan Buntal Digemari di Jepang, Meskipun Berisiko

Setiap tahunnya banyak orang di Jepang yang dirawat di rumah sakit setelah memakan ikan buntal, terkadang risikonya sangat fatal. Meskipun dampak bahaya yang ditimbulkan telah jelas, aturan ketat untuk menyediakan ikan lezat tapi beracun itu masih sangat kurang.

Para pecinta ikan buntal mengatakan bahwa sensasi saat daging ikan buntal masuk mulut, yang, disebabkan oleh racun saraf yang terkandung di dalamnya, adalah bagian dari daya tariknya.

Mereka tidak peduli bahwa mati rasa yang diciptakan dapat berkembang menjadi masalah kelumpuhan dan pernapasan.

Lembaga Administrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat, menyatakan bahwa mengonsumsinya dapat berakibat fatal dalam empat hingga enam jam, dan "para korban, meskipun benar-benar lumpuh, mungkin sadar dan dalam beberapa kasus benar-benar baik hingga sesaat sebelum kematian."

Pengunjung restoran Shigekazu Suzuki, dapat makan dengan tenang ketika mereka memilih ikan buntal, yang diambil dari tangki di dekat dapur.

Suzuki adalah salah satu dari koki ekslusif di Tokyo yang telah menjalani pelatihan khusus dan mengantongi lisensi, yang memungkinkan mereka untuk mengolah ikan berpotensi fatal tersebut, yang dikenal sebagai fugu di Jepang.

"Tidak mudah bagi orang-orang tidak berlisensi untuk membersihkan fugu," kata Suzuki di cabangnya "Torafugu-tei" di Ginza, saat ia membersihkan racun yang ada di organ dalam dari ikan yang dibunuh dengan pisau tajamnya.

"Aku belum makan potongan-potongan ini karena aku takut," katanya, mencengkeram bagian ovarium yang berwarna kuning cerah, salah satu bagian beracun dari ikan itu dan melemparkannya ke dalam panci logam tertutup.

SUMBER

ada yg mau coba gan?? :D