Rabu, 23 Mei 2012

penjahat kelamin dari senayan...

[imagetag]

Permainan Cinta Terlarang Ketua Fraksi Hanura


Bambang Tirto Guspramotto menjelaskan bahwa Sunardi adalah sosok yang senang berhura-hura sejak dahulu.

Bambang Tirto Guspramotto, akhirnya membeberkan perilaku Ketua Fraksi Hanura, Sunardi Ayub, yang doyan berpetualang cinta dan tak mau merubah dirinya setelah sekian lama diingatkan.

Bambang datang ke press room DPR, di Gedung DPR, Jakarta, sore hari ini sore, dan membawa dokumentasi surat menyurat-nyuratnya dengan Badan Kehormatan (BK) DPR, tempat dia mengadukan perilaku Sunardi.

"Sebenarnya saya ini dekat sama Sunardi Ayub. Saya bahkan sempat tinggal bersama dia karena ingin mengubah perilakunya. Tapi ternyata makin buruk. Makanya saya akhirnya melaporkan ke BK," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa Sunardi adalah sosok yang senang berhura-hura sejak dahulu. Sunardi disebutnya kerap menghabiskan waktu bersama wanita penghibur di pub-pub di NTB (daerah asalnya), dan di Jakarta.

Sejak awal 2008 hingga April 2009, dia kerap membawa para caleg Hanura di NTB untuk berwisata malam di kawasan Senggigi, Lombok.

Setelah terpilih menjadi anggota DPR, Sunardi kerap mengajak banyak orang ke tempat hiburan malam di Jakarta. Dia juga kerap bertemu pengusaha-pengusaha di tempat seperti Zen Karaoke dan Pub Panin Suela, di Jakarta.

Bambang mengatakan Sunardi juga pernah berhubungan dengan seorang janda, Ratna Dewi, yang juga mantan caleg dari Partai Hanura.

"Di Lombok, mereka terkenal di kalangan partai, dan saling memanggil dengan 'papa dan mama'. Itupun akhirnya Bu Ratna Dewi dicampakkan," jelas Bambang.

Di Jakarta, Sunardi juga menjalin hubungan cinta dengan Bendahara Fraksi Hanura, Miriam S.Hariyani, dan sekretaris pribadi Sunardi bernama Anita.

Kesaksian mantan supir
Untuk yang terakhir ini, Arifin, mantan supir pribadi Sunardi, memiliki testimoni yang jelas.

Arifin mengaku sangat jelas mengetahui perilaku Sunardi itu, karena dialah yang kerap mengantarnya menemui 'kekasih-kekasih' gelapnya itu.

Dengan Miriam, kata Arifin, Ayub kerap diminta diantar ke apartemen miliknya kawasan Casablanca, Jakarta Selatan.

"Mereka memang punya hubungan dan sering menginap di Casablanca. Sering saya antar menginap di situ. Malam diantar, pagi dijemput. Di mobil mereka sering bermesraan, seperti berpegangan tangan atau berpelukan," kata Arifin.

Selingkuhan Sunardi yang lain adalah seorang gadis manis bernama Anita, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pribadi Ayub.

Arifin menyatakan keduanya kerap tak malu menunjukkan kemesraan diantara mereka berdua di hadapan dirinya.

"Saya pernah langsung melihat dia mencium pipi Anita, di depan mata saya sendiri," kata Arifin.

Yang terakhir, adalah seorang penyanyi dangdut asal Bogor, Jawa Barat, bernama Dilla.

"Namanya Dilla, artis dangdut. Saya tahu saat mengantar Pak Sunardi ke rumahnya di Sentul City, Bogor," kata Arifin.

Arifin sendiri akhirnya dipecat oleh Sunardi, karena insiden dengan Miriam Hariyani. Awalnya, Sunardi dan Miriam janjian bertemu di Hotel Indonesia, Jakarta. Tapi nyatanya, Sunardi lebih dulu ke Hotel Borobudur menemui seseorang.

"Saya biasa saling memberi informasi dengan supir Bu Miriam. Ya saya ditanyai posisi, saya jawab jujur. Ternyata gara-gara itu, bu Miriam marah-marah dan bos saya diomelin. Saya langsung dipecat gara-gara itu," ungkap Arifin.

Menurut Bambang, perilaku Sunardi demikian harus dihentikan sebab sudah banyak perempuan yang menjadi korban kebejatan moralnya.

Satu lagi korbannya adalah perempuan bernama Kartini, yang saat ini tinggal di NTB dan berstatus istri simpanan Sunardi.

"Apakah layak seorang wakil rakyat, apalagi sampai diberi jabatan ketua fraksi, memiliki perilaku seperti itu? Saya kira hal demikian tidak etis," kata Bambang.

Sumber : http://www.beritasatu.com/nasional/4...si-hanura.html