Minggu, 13 Mei 2012

Dua perguruan silat terbesar di Madiun, bentrok

[imagetag]
berita-beritadotcom (Madiun, Jawa Timur): Dua perguruan silat terbesar di Madiun, Jawa Timur, terlibat tawuran di desa Prambon kecamatan Dagangan kabupaten Madiun, Minggu (13/5/2012).

Akibat dari tawuran masal ini, sejumlah pendekar kedua belah pihak, termasuk beberapa warga yang tak tahu apa apa mengalami luka. Hingga kini, kejadian yang acap kali diwilayah Madiun itu, masih dalam penyelidikan Polres Madiun.

Bentrok berdarah yang terjadi sekitar pukul 12.00 Wib itu, juga mengakibatkan belasan rumah warga rusak berat dan dua unit sepeda motor ringsek. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil ditafsir mencapai ratusan juta rupiah.

Kejadian ini, bermula ketika salah satu perguruan mengadakan kegiatan kenaikan tingkat di SDN Prambon 1 kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Setelah acara selesai sekitar pukul 12. 00 Wib, para siswa salah satu perguruan, bermadsud pulang ke rumah masing-masing. Tapi tanpa diduga, tepat di perbatasan tugu salah satu perguruan silat lain, mereka dihadang ratusan massa dengan membawa senjata tajam parang, golok, kayu dan batu.

Tanpa diketahui sebab musababnya, seketika itu juga bentrok tidak bisa dihindari. Kedua kubu langsung saling menyerang dan kejar kejaran. Hingga akhirnya, ada sejumlah orang dari salah satu perguruan yang terkena sabetan senjata tajam.

Meski sudah ada yang terluka, kejadian ini tidak berhenti sampai disitu. Pasalnya, massa juga mulai ngawur melempari rumah warga hingga kaca dan genting rumah hancur. Selain itu juga mengenai salah satu warga hingga giginya patah.

"Tadi suasana di desa sini (Prambon), betul betul mencekam, mas. Bahkan banyak ibu ibu yang menjerit ketakutan. Bagaimana tidak, mereka juga melempari rumah warga yang tak tahu apa apa. Jumlah massa ratusan lagi", terang salah seorang warga setempat, Harno, kepada wartawan.
[imagetag]
Hal senada juga dilontarkan oleh Muqaromah (45 tahun) warga RT 3 RW I Desa Prambon. Kepada wartawan ia menuturkan, saat kejadian perempuan ini dan suaminya baru saja pulang dari sawah. Setelah itu duduk lesehan di teras rumah. Tak lama
setelah itu, dia mendengar suara keributan. Saat beranjak dari duduk, tiba-tiba batu berukuran besar terbang dan menjebol
kaca jendela rumahnya. Bahkan, lemparan batu dari massa mengenai mukanya. Akibat lemparan yang membabi buta itu, menyebabkan dua buah gigi bagian bawah perempuan ini patah.

"Waktu kami baru pulang dari sawah, kami mendengar ada keributan. Tiba tiba ada batu besar dilempar oleh massa ke arah rumah kami. Batu itu mengenai mulut saya dan dua gigi saya patah", kata Muqaromah, sambil menunjukkan giginya.

Informasi yang beredar di kalangan wartawan, tawuran massal ini diduga dipicu akibat kejadian tiga hari lalu. Dimana salah satu tugu organisasi perguruan silat di desa setempat dirusak dengan cara disiram cat oleh orang tak dikenal. Informasi lain, akibat salah satu perguruan silat tersebut mengadakan kegiatan di SDN I Prambon, perguruan silat yang lain tidak terima. Apalagi sebelumnya, Kepala Desa setempat sudah tidak mengijinkan.

Menurut salah satu warga setempat lainnya, Pamuji, sebenarnya kondisi mulai kurang kondusif, sudah tercium sejak tadi malam. Namun polisi terlambat bertindak. Meski situasi sudah dapat dikendalikan, polisi masih tampak berjaga jaga di lokasi kejadian serta
melakukan penyelidikan mengungkap kasus tersebut. Sayangnya, belum ada pejabat yang berkompeten yang memberikan keterangan resmi atas kejadian ini. (dib).
sumber :
http://www.berita2.com/daerah/jawa-timur/12456-dua-perguruan-silat-terbesar-di-madiun-bentrok.html