Senin, 19 April 2010

Misteri Daratan Baru Yang Muncul Di Aceh

PULAU BALAI - Misteri di balik munculnya daratan baru berbentuk gunung di perairan Haloban, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, mulai agak tersibak.Warga Haloban ternyata mendengar suara letusan dahsyat dari arah laut pada Selasa (13/4) malam, baru esoknya seorang nelayan menemukan daratan baru yang menyemburkan lumpur di antara Pulau Tailana dan Madang Kati, sekitar tiga mil arah utara Haloban. Wartawan Serambi, Dede Rosadi mendapatkan informasi itu di Haloban (Pulau Tuangku), 40 mil (lima jam perjalanan naik boat) dari Kota Singkil pada Jumat (16/4) siang.

Beberapa warga Haloban yang ditanyainya, mengaku sempat mendengar suara ledakan besar dari arah laut pada Selasa (13/4) malam. Namun, saat itu tidak ada warga yang menduga ledakan itu ada kaitannya dengan fenomena munculnya daratan baru di dekat Pulau Haloban pascagempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) yang terjadi sepekan sebelumnya (Rabu dini hari, 7 April 2010). “Ya, kami dengar ada suara ledakan besar dari laut, tapi kami tidak menyangka ada hubungan dengan munculnya daratan baru di antara Pulau Tailana dengan Madang Kati yang cuma tiga mil dari Haloban,” kata Anhar (40), warga Haloban. Beberapa teman Anhar, antara lain Jafril, membenarkan pengakuannya.

Dilaporkan juga bahwa dasar laut yang naik itu dapat dilihat secara kasat mata dari permukaan laut. Puncaknya hanya berjarak sekitar 3-4 meter lagi dari permukaan. Tadinya, kedalaman laut di situ mencapai 18 hingga 20 meter. Artinya, terjadi pendangkalan yang cukup signifikan hanya dalam tiga hari. Bentang daratan yang baru muncul itu berkisar antara 45-50 meter. Wartawan Serambi Dede Rosadi kemarin sore ikut menyelam di lokasi itu bersama Taufik, anggota DPRK Aceh Singkil, dan sejumlah nelayan setempat. Pada kedalaman lima meter dari permukaan laut, ia mengaku dapat menyaksikan gelembung air dan semburan lumpur campur pasir yang terus ke luar dari puncak daratan yang sekilas mirip gunung itu. Volume semburannya kecil, tapi tempat menyemburnya banyak.

Gelembung air berbusa-busa (dalam bahasa setempat turak) terus keluar dari bagian atas daratan baru itu. Lumpur campur pasir dan tanah liat (lempung) juga terus menyembur. Selain itu, dasar laut di seputaran Haloban yang, menurut nelayan setempat, lazimnya berpasir putih, kemarin terlihat sudah berganti warna menjadi kehitam-hitaman, bercampur tanah dan batu kerikil kecil dan besar. Maksimum ukurannya dua kepalan tangan orang dewasa. Bebatuan tersebut terhampar di dasar laut, tak jauh dari sekeliling daratan yang baru muncul itu. Untuk mendapatkan contoh batu di dasar laut, sangatlah sulit, karena dalam. Diperlukan nyali kuat dan pengalaman menyelam yang andal untuk berhasil mendapatkannya. Sejumlah penyelam yang menggunakan kacamata selam dan dibantu oksigen yang disalurkan melalui kompresor, di antaranya Iwan, berhasil mendapatkan sampel batu tersebut. Selain hitam, ada juga bebatuan yang berwarna kehijau-hijauan dan kekuning-kuningan.

sumber : http://www.suaranews.com/2010/04/misteri-daratan-baru-yang-muncul-di.html